Sejarah Desa Karang Duwak

Konon, menurut tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar, makna filosofi dari Karang Duwak terdapat beberapa versi. Diantaranya, Karang Duwak berasal dari kata karang yang berarti pekarangan; halaman atau sebuah halaman luas. Dan Duwak (Duwe’) berarti Duwet, Juwet (dalam bahasa Jawa) atau anggur Jawa. Sehingga Karang Duwek dalam pengertian ini, yakni sebuah pekarangan yang memiliki banyak pohon duwet.

Beberapa orang berpendapat bahwa, Karang Duwak memiliki dua pengertian filosofi, yakni Karang yang berarti penduduk, Duwak berasal berasal dari kata dua. Sehingga diartikan bahwa dua penduduk dalam wilayah berbeda yang disatukan. Selain itu, makna filosofi lainnya yakni dahulu kala terdapat Kyai Sarrap, salah seorang pemuka agama pada zaman itu. Beliau suka bertapa dan mengarang doa. Berasal dari kebiasaan beliau yang mengarang doa, hal ini membuat Desa yang termasuk dalam Kecamatan Arosbaya ini dinamakan Karang Duwak. Dari beberapa makna filosofi yang ada, masyarakat mempercayai semua mengenai asal usul desa tersebut.

Desa Karang Duwak memiliki beberapa potensi di sektor pertanian yang cukup melimpah, area persawahan yang cukup luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekita. Beberapa hasil bumi dari Desa Karang Duwak yakni kacang, padi, singkong, arta’ atau yang lebih sering disebut kacang hijau, dan beberapa tumbuhan lain namun hanya hanya ditanam pada saat tertentu saja. Selain menjadi pekerja di sektor pertanian, masyarakat Desa Krang Duwak juga menjadi pekerja di sektor jasa atau perdagangan dan juga bekerja di sektor industri.

         Kehidupan masyarakat Desa Karang Duwak cukup damai. Mereka hidup secara sederhana, rukun berdampingan. Masyarakat Desa Karang Duwak juga masih menjunjung tinggi tradisi turun temurun nenek moyang. Mereka masih menerapkan tradisi taneyan lanjang, saat dalam satu pekarangan rumah yang cukup luas terdiri dari beberapa rumah dan Musholla sebagai pembatas antara tetangga. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman masyarakat hanya mengenal tradisi pagar. Begitu pula di Desa Karang Duwak, kebanyakan masyarakat menerapkan teneyan lanjeng dan terdapat pagar bambu sebagai pembatas. Sehingga pembatas antara tetangga terlihat nampak jelas.


Comments

Popular posts from this blog

Desa Karang Duwak Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan

Pelatihan Tanaman Rimpang